Tugas
BIOTEKNOLOGI
WA ODE IRMA
SARTIKA
A1C2 13 056
PROGAM STUDI
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
HALU OLEO
KENDARI
2015
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang
Setiap sel
tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas
kehidupan antara lain dapat mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan
bereproduksi dengan sendirinya. Mikroorganisme memiliki fleksibilitas
metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan
menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan
lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Akan tetapi
karena ukurannya yang kecil, maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim
yang telah dihasilkan. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan
disimpan dalam bentuk persediaan.enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk
perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut sudah
ada.
Mikroorganisme
ini juga tidak memerlukan tempat yang besar, mudah ditumbuhkan dalam media
buatan, dan tingkat pembiakannya relative cepat (Darkuni, 2001). Oleh karena
aktivitasnya tersebut, maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam
kehidupan, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan.
Dunia
mikroorganisme terdiri dari berbagai kelompok jasad renik (makhluk halus).
Kebanyakan bersel satu atau uniseluler. Ciri utama yang membedakan kelompok
organism tertentu dari mikroba yang lain adalah organisasi bahan selulernya.
Dunia mikroba terdiri dari Monera (Virus dan sianobakteri), Protista, dan
Fungi. Mikroorganisme tersebut diantaranya adalah bakteri, jamur, dan virus.
Secara umum, bakteri, jamur, dan virus mempunyai morfologi dan struktur anatomi
yang berbeda. Di dalam kehidupannya beberapa mikroorganisme seperti bakteri,
jamur, dan virus selalu dipengaruhi oleh lingkungannya dan untuk mempertahankan
hidupnya mikroorganisme melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Adaptasi ini
dapat terjadi secara cepat serta bersifat sementara waktu dan dapat pula
perubahan itu bersifat permanen sehingga mempengaruhi bentuk morfologi serta
struktur anatomi dari bakteri, jamur, dan virus. Untuk mengidentifikasikan
suatu mikroorganime dapat dilakukan dengan mengetahui morfologi dan struktur
anatominya. Oleh karena itu kita perlu mengetahui bentuk morfologi dan struktur
anatomi dari bakteri.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apa pengertian dari Mikroorganisme ?
2.
Bagaimana peran Mikroba dalam makanan?
3. Faktor-faktor
apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme?
1.3 Tujuan
1.
Untuk mengetahui pengertian dari
Mikroorganisme
2.
Untuk mengetahui peran Mikroba dalam
makanan
3.
Untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja
yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme
1.4 Manfaat
1.
Agar mengetahui apa itu Mikoorganisme
2.
Agar mengetahui peran Mikroba dalam
makanan
3.
Agar mengetahui Faktor-faktor apa saja
yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Mikroorganisme
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga
untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme disebut juga organisme
mikroskopik. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel
banyak (multiseluler) . Namun,
beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh
mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang. Virus juga termasuk ke dalam mikroorganisme
meskipun tidak bersifat seluler. Ilmu yang
mempelajari mikroorganisme disebut mikrobiologi.
Orang yang bekerja di bidang ini disebut mikrobiolog.
Mikroorganisme
biasanya dianggap mencakup semua prokariota, protista, dan alga renik. Fungi, terutama yang
berukuran kecil dan tidak membentuk hifa, dapat pula
dianggap sebagai bagiannya, meskipun banyak yang tidak
menyepakatinya.Kebanyakan orang beranggapan bahwa yang dapat dianggap
mikroorganisme adalah semua organisme sangat kecil yang dapat dibiakkan dalam
cawan petri atau inkubator di dalam laboratorium dan mampu memperbanyak diri secara mitosis.
Mikroorganisme
berbeda dengan sel makrooganisme. Sel
makroorganisme tidak bisa hidup bebas di alam melainkan menjadi bagian dari
struktur multiselular yang membentuk jaringan, organ, dan sistem organ.
Sementara, sebagian besar mikrooganisme dapat menjalankan proses kehidupan
dengan mandiri, dapat menghasilkan energi sendiri, dan bereproduksi secara
independen tanpa bantuan sel lain.
2.2 Peran
Mikroorganisme dalam makanan
Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tempat yang
besar, mudah ditumbuhkan dalam media buatan, dan tingkat pembiakannya relative
cepat (Darkuni, 2001). Oleh karena aktivitasnya tersebut, maka setiap
mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan, baik yang merugikan maupun
yang menguntungkan.
Bahan makanan merupakan salah satu tempat yang paling
memungkinkan bagi pertumbuhan mikroorganisme Makanan basi atau terkontaminasi
tak asing lagi ada campur tangan mikroorganisme di dalamnya. Banyak cara yang
dilakukan oleh manusia untuk mencegahnya, salah satunya dengan pengawetan.
Pengawetan makanan yang umumnya digunakan adalah memasak atau memanaskan makanan tersebut agar mikroorganisme yang ada di
dalamnya mati, selain itu dengan pemberian garam dengan konsentrasi tinggi misalnya saja pada ikan atau daging, penggunaan radiasi juga efektif untuk beberapa jenis makanan.
Metode pengawetan makanan yang tidak mematikan mikroorganisme tetapi mencegah
pertumbuhannya mencakup pembekuan dan
pengeringan.
Bahan makanan, selain merupakan sumber gizi bagi
manusia, juga merupakan sumber makanan bagi mikroorganisme. Pada umumnya bahan
makanan merupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. Pertumbuhan
mikroorganisme dalam bahan pangan dapat menyebabkan perubahan yang
menguntungkan seperti perbaikan bahan pangan secara gizi, daya cerna ataupun
daya simpannya. Selain itu pertumbuham mikroorganisme dalam bahan pangan juga
dapat mengakibatkan perubahan fisik atau kimia yang tidak diinginkan, sehingga
bahan pangan tersebut tidak layak dikomsumsi (Syarifah, 2002) Kejadian ini
biasanya terjadi pada pembusukan bahan pangan. Bahan pangan dapat bertindak
sebagai perantara atau substrat untuk pertumbuhan mikroorganisme patogenik dan
organisme lain penyebab penyakit.
2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan mikroorganisme
·
Faktor Intrinsik
pH,moisture
content, potensial oksidasi-reduksi, kandungan nutrisi,kandungan antimikroba, struktur
bilogi dll
·
Faktor Ekstrinsik
Temperatur,
kelembapan relatif lingkungan, konsetrasi gas di lingkungan, dll
1) pH
Mikroba
biasaya tumbuh baikpada pada rentang pH tertentu, bakteri tumbuh baik pada
rentang pH 4-8, ragipada rentangpH 3-6, fungi dan eukariot lain pada 6,5-7,5,
rentang pH intrasel biasanya lebih sempit. Contoh :E. Coli tumbuh pada pH6,
5-8, tetapi pH intarselnya adalah 7,8. Thiobachilus ferrooxidans tumbuh baik
pada pH 2 tetapi pH intraselnya adalah 6,5. pH yang berbeda ini dapat
disebabkan oleh karena proses metabolisme yang terjadi di dalam sel, misalnya
akumulasi produk metabolisme produk asam atau basa, sesuai kebutuhan
pertumbuhanya.
2) Kandunga
nutrisi
Ø Air
Ø Sumber
energi (karbon)
Ø Sumber
nitrogen
Ø Mineral
Ø Vitamin
dan faktor pertumbuhan lain
Komponen
medium untuk Mikroba
Karbon
: Sebagai sumber energi dan komponen biomasa
Sumber
karbon dapat berasal dari polisakarida
atau monosakarida, contoh : karbohidrat, glukosa, molase,amilum, malt
extract, dll
Nitrogen
:Sebagai sumber pembentukan komponen utama sel
Sumber
nitrogen dapat berasal dari : garam ammonium, urea, asam amino, sumber
kompleks, seperti CSL, (Corn Step Liquor) yeast extract, peptone, dll
Mineral:
P, K, Na, Mg, S, Ca, dll
P
sebagai salah satu unsur penting dalam pembentukan asam nukleat (dalam bentuk
Fosfat), S sebagai unsur pembentukan beberapa asam amino esensial, Mg sebagi
kofaktor dalam proses fosforilasi.
Unsur-unsur
lain : trace elements misalnya : vitamin, EDTA,dll
Air
: komponen terbesar utama dalam medium
Oksigen
: Kebutuhan utama mikroba aerob sebagai akseptor elektron pada proses respirasi
, yang umumnya diperoleh dari komponen air (H2O)
3) Kandunngan
antimikroba
Makanan
: Stabilitas makanan yang tahan terhadap pertumbuhan mikroba salah satunya
adalah apabila di dalam makanan tersebut mengandung senyawa-senyawa yang
bersifat antimikroba. Misalnya kandungan asam Benzoat dalam buah
cranberries, atau eogenol dalamcengkeh,
lactenin dalam susu segar dan lain-lain.
4) Struktur
biologi
Pada
beberapa bahan alam misalnya biji-bijian atau tanaman, strukturnya dapat
mencegah masuknya mikroba ke dalam makanan,misalnya, kulit buah, kulit biji,
kulit telur, dll
5) PengaruhTemperatur
terhadap mikroorganisme
Untuk
keperluan produksi : temperatur lingkungan perlu disesuaikan dengan kebutuhan
optimum pertumbuhan mikroorganisme produksi
Untuk
keperluan analisi : temperatur inkubasi selama analisis harus disesuaikan
dengan termperatur optimum pertumbuhan mikroba uji.
Untukkeperluan
sterilisasi: temperatur pemanasan untuk membunuh mikroorganisme kontaminan
dihitung berdasarkan beberapa petimbangan (misalnya jumlah mikroba asal, lama
pemanasan, ukuran produk, dll)
(Marlia
Singgih Wibowo dkk)
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang
berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan.
Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik. Mikroorganisme seringkali
bersel tunggal
(uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler) .
2. Pada umumnya bahan makanan merupakan media yang baik
bagi pertumbuhan mikroorganisme. Pertumbuhan mikroorganisme dalam bahan pangan
dapat menyebabkan perubahan yang menguntungkan seperti perbaikan bahan pangan
secara gizi, daya cerna ataupun daya simpannya.
3. Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme
Faktor
Intrinsik : pH,moisture content, potensial oksidasi-reduksi, kandungan
nutrisi,kandungan antimikroba, struktur bilogi dll. Faktor Ekstrinsik :
Temperatur, kelembapan relatif lingkungan, konsetrasi gas di lingkungan, dll
3.2
Saran
Penulis sepenuhnya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan
kesalahan dalam menyusun makalah ini, maka dari itu kritik dan saran yang
bersifat konstruktif sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Wibowo
Marlia Singgih.2014.Peran Mikroba dan Faktor yang mempengaruhi. ITB : Bandung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar