Kamis, 30 April 2015

Makalah Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Mikroba

Tugas
BIOTEKNOLOGI
“Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Mikroba”
OLEH:

WA ODE IRMA SARTIKA
A1C2 13 056







PROGAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015






BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya. Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil, maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan.enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut sudah ada.
Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tempat yang besar, mudah ditumbuhkan dalam media buatan, dan tingkat pembiakannya relative cepat (Darkuni, 2001). Oleh karena aktivitasnya tersebut, maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan.
Dunia mikroorganisme terdiri dari berbagai kelompok jasad renik (makhluk halus). Kebanyakan bersel satu atau uniseluler. Ciri utama yang membedakan kelompok organism tertentu dari mikroba yang lain adalah organisasi bahan selulernya. Dunia mikroba terdiri dari Monera (Virus dan sianobakteri), Protista, dan Fungi. Mikroorganisme tersebut diantaranya adalah bakteri, jamur, dan virus. Secara umum, bakteri, jamur, dan virus mempunyai morfologi dan struktur anatomi yang berbeda. Di dalam kehidupannya beberapa mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus selalu dipengaruhi oleh lingkungannya dan untuk mempertahankan hidupnya mikroorganisme melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Adaptasi ini dapat terjadi secara cepat serta bersifat sementara waktu dan dapat pula perubahan itu bersifat permanen sehingga mempengaruhi bentuk morfologi serta struktur anatomi dari bakteri, jamur, dan virus. Untuk mengidentifikasikan suatu mikroorganime dapat dilakukan dengan mengetahui morfologi dan struktur anatominya. Oleh karena itu kita perlu mengetahui bentuk morfologi dan struktur anatomi dari bakteri.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari Mikroorganisme ?
2.      Bagaimana peran Mikroba dalam makanan?
3.      Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari Mikroorganisme
2.      Untuk mengetahui peran Mikroba dalam makanan
3.      Untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme

1.4  Manfaat
1.      Agar mengetahui apa itu Mikoorganisme
2.      Agar mengetahui peran Mikroba dalam makanan
3.      Agar mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme







BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Mikroorganisme
            Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler) . Namun, beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang. Virus juga termasuk ke dalam mikroorganisme meskipun tidak bersifat seluler. Ilmu yang mempelajari mikroorganisme disebut mikrobiologi. Orang yang bekerja di bidang ini disebut mikrobiolog.
Mikroorganisme biasanya dianggap mencakup semua prokariota, protista, dan alga renik. Fungi, terutama yang berukuran kecil dan tidak membentuk hifa, dapat pula dianggap sebagai bagiannya, meskipun banyak yang tidak menyepakatinya.Kebanyakan orang beranggapan bahwa yang dapat dianggap mikroorganisme adalah semua organisme sangat kecil yang dapat dibiakkan dalam cawan petri atau inkubator di dalam laboratorium dan mampu memperbanyak diri secara mitosis.
Mikroorganisme berbeda dengan sel makrooganisme. Sel makroorganisme tidak bisa hidup bebas di alam melainkan menjadi bagian dari struktur multiselular yang membentuk jaringan, organ, dan sistem organ. Sementara, sebagian besar mikrooganisme dapat menjalankan proses kehidupan dengan mandiri, dapat menghasilkan energi sendiri, dan bereproduksi secara independen tanpa bantuan sel lain.            


2.2 Peran Mikroorganisme dalam makanan
            Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tempat yang besar, mudah ditumbuhkan dalam media buatan, dan tingkat pembiakannya relative cepat (Darkuni, 2001). Oleh karena aktivitasnya tersebut, maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan.
Bahan makanan merupakan salah satu tempat yang paling memungkinkan bagi pertumbuhan mikroorganisme Makanan basi atau terkontaminasi tak asing lagi ada campur tangan mikroorganisme di dalamnya. Banyak cara yang dilakukan oleh manusia untuk mencegahnya, salah satunya dengan pengawetan. Pengawetan makanan yang umumnya digunakan adalah memasak atau memanaskan makanan tersebut agar mikroorganisme yang ada di dalamnya mati, selain itu dengan pemberian garam dengan konsentrasi tinggi misalnya saja pada ikan atau daging, penggunaan radiasi juga efektif untuk beberapa jenis makanan. Metode pengawetan makanan yang tidak mematikan mikroorganisme tetapi mencegah pertumbuhannya mencakup pembekuan dan pengeringan.
Bahan makanan, selain merupakan sumber gizi bagi manusia, juga merupakan sumber makanan bagi mikroorganisme. Pada umumnya bahan makanan merupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. Pertumbuhan mikroorganisme dalam bahan pangan dapat menyebabkan perubahan yang menguntungkan seperti perbaikan bahan pangan secara gizi, daya cerna ataupun daya simpannya. Selain itu pertumbuham mikroorganisme dalam bahan pangan juga dapat mengakibatkan perubahan fisik atau kimia yang tidak diinginkan, sehingga bahan pangan tersebut tidak layak dikomsumsi (Syarifah, 2002) Kejadian ini biasanya terjadi pada pembusukan bahan pangan. Bahan pangan dapat bertindak sebagai perantara atau substrat untuk pertumbuhan mikroorganisme patogenik dan organisme lain penyebab penyakit.





2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme
·         Faktor Intrinsik
pH,moisture content, potensial oksidasi-reduksi, kandungan nutrisi,kandungan antimikroba, struktur bilogi dll
·         Faktor Ekstrinsik
Temperatur, kelembapan relatif lingkungan, konsetrasi gas di lingkungan, dll
1)      pH
Mikroba biasaya tumbuh baikpada pada rentang pH tertentu, bakteri tumbuh baik pada rentang pH 4-8, ragipada rentangpH 3-6, fungi dan eukariot lain pada 6,5-7,5, rentang pH intrasel biasanya lebih sempit. Contoh :E. Coli tumbuh pada pH6, 5-8, tetapi pH intarselnya adalah 7,8. Thiobachilus ferrooxidans tumbuh baik pada pH 2 tetapi pH intraselnya adalah 6,5. pH yang berbeda ini dapat disebabkan oleh karena proses metabolisme yang terjadi di dalam sel, misalnya akumulasi produk metabolisme produk asam atau basa, sesuai kebutuhan pertumbuhanya.
2)      Kandunga nutrisi
Ø  Air
Ø  Sumber energi (karbon)
Ø  Sumber nitrogen
Ø  Mineral
Ø  Vitamin dan faktor pertumbuhan lain
Komponen medium untuk Mikroba
Karbon : Sebagai sumber energi dan komponen biomasa
Sumber karbon dapat berasal dari polisakarida  atau monosakarida, contoh : karbohidrat, glukosa, molase,amilum, malt extract, dll
Nitrogen :Sebagai sumber pembentukan komponen utama sel
Sumber nitrogen dapat berasal dari : garam ammonium, urea, asam amino, sumber kompleks, seperti CSL, (Corn Step Liquor) yeast extract, peptone, dll
Mineral: P, K, Na, Mg, S, Ca, dll
P sebagai salah satu unsur penting dalam pembentukan asam nukleat (dalam bentuk Fosfat), S sebagai unsur pembentukan beberapa asam amino esensial, Mg sebagi kofaktor dalam proses fosforilasi.
Unsur-unsur lain : trace elements misalnya : vitamin, EDTA,dll
Air : komponen terbesar utama dalam medium
Oksigen : Kebutuhan utama mikroba aerob sebagai akseptor elektron pada proses respirasi , yang umumnya diperoleh dari komponen air (H2O)
3)      Kandunngan antimikroba
Makanan : Stabilitas makanan yang tahan terhadap pertumbuhan mikroba salah satunya adalah apabila di dalam makanan tersebut mengandung senyawa-senyawa yang bersifat antimikroba. Misalnya kandungan asam Benzoat dalam buah cranberries,  atau eogenol dalamcengkeh, lactenin dalam susu segar dan lain-lain. 
4)      Struktur biologi
Pada beberapa bahan alam misalnya biji-bijian atau tanaman, strukturnya dapat mencegah masuknya mikroba ke dalam makanan,misalnya, kulit buah, kulit biji, kulit telur, dll
5)      PengaruhTemperatur terhadap mikroorganisme
Untuk keperluan produksi : temperatur lingkungan perlu disesuaikan dengan kebutuhan optimum pertumbuhan mikroorganisme produksi
Untuk keperluan analisi : temperatur inkubasi selama analisis harus disesuaikan dengan termperatur optimum pertumbuhan mikroba uji.
Untukkeperluan sterilisasi: temperatur pemanasan untuk membunuh mikroorganisme kontaminan dihitung berdasarkan beberapa petimbangan (misalnya jumlah mikroba asal, lama pemanasan, ukuran produk, dll)
(Marlia Singgih Wibowo dkk)




BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
1.      Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler) .
2.      Pada umumnya bahan makanan merupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. Pertumbuhan mikroorganisme dalam bahan pangan dapat menyebabkan perubahan yang menguntungkan seperti perbaikan bahan pangan secara gizi, daya cerna ataupun daya simpannya.
3.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme
Faktor Intrinsik : pH,moisture content, potensial oksidasi-reduksi, kandungan nutrisi,kandungan antimikroba, struktur bilogi dll. Faktor Ekstrinsik : Temperatur, kelembapan relatif lingkungan, konsetrasi gas di lingkungan, dll
3.2 Saran
Penulis sepenuhnya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam menyusun makalah ini, maka dari itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.







DAFTAR PUSTAKA
Wibowo Marlia Singgih.2014.Peran Mikroba dan Faktor yang mempengaruhi. ITB : Bandung





Tidak ada komentar:

Posting Komentar